GIANYAR | Sarinbiu.com — Dukungan terhadap calon Perbekel Desa Blahbatuh, I Made Dwiantara, S.AP., M.AP., nomor urut 2, terus bermunculan dari berbagai lapisan masyarakat. Dukungan itu tidak hanya datang dari tokoh masyarakat maupun kalangan pemuda, tetapi juga dari masyarakat biasa yang sehari-hari menjadi bagian dari denyut kehidupan Desa Blahbatuh.
Menariknya, dukungan tersebut datang dari berbagai profesi dan latar belakang. Mulai dari masyarakat kecil, pekerja lapangan, tukang parkir, pemuda, tokoh masyarakat hingga kalangan pejabat, memberikan perhatian dan apresiasi terhadap sosok Dwiantara yang dinilai selama ini cukup dekat dengan masyarakat.
Salah satu dukungan tersebut disampaikan Denik Setia Ninggrat, yang melihat sosok Dwiantara sebagai figur yang mampu membangun komunikasi dengan berbagai kalangan masyarakat.
Menurut Denik, dukungan terhadap Dwiantara tidak semata-mata lahir karena momentum Pemilihan Perbekel. Lebih dari itu, dukungan muncul karena masyarakat melihat langsung bagaimana Dwiantara berusaha hadir dan berbaur dalam berbagai kegiatan warga.
“Dukungan masyarakat itu datang dari berbagai kalangan. Bukan hanya dari pejabat atau tokoh masyarakat, tetapi dari masyarakat biasa juga. Bahkan dari tukang parkir sampai pejabat. Ini menunjukkan bahwa Dwiantara bisa diterima oleh berbagai lapisan masyarakat,” ujar Denik.
Bukan Sekadar Dukungan Politik
Denik menilai, keberadaan calon pemimpin desa di tengah masyarakat merupakan sesuatu yang sangat penting. Sebab, seorang Perbekel nantinya tidak hanya berhadapan dengan persoalan pemerintahan, tetapi juga harus mampu memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan sosok pemimpin yang tidak menciptakan jarak dengan warganya. Pemimpin desa harus mampu mendengar keluhan, memahami kebutuhan serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut menentukan arah pembangunan desa.
“Harapan saya, siapa pun nanti yang terpilih, yang paling penting tetap dekat dengan masyarakat. Jangan hanya dekat ketika ada pemilihan. Setelah terpilih juga harus tetap hadir, mendengar dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Dukungan dari berbagai kalangan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kontestasi Pemilihan Perbekel Desa Blahbatuh tidak hanya berbicara mengenai nomor urut maupun program kerja, tetapi juga mengenai rekam hubungan sosial antara calon dengan masyarakat.
Sosok Dwiantara selama ini dikenal kerap hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat. Salah satunya terlihat ketika dirinya memberikan dukungan terhadap kegiatan penataan lingkungan di kawasan Balai Banjar Tubuh , Desa Blahbatuh.
Kegiatan tersebut melibatkan para pemuda yang bergotong royong menata taman dan memperindah lingkungan balai banjar. Kehadiran Dwiantara mendapatkan sambutan positif dari masyarakat yang tengah melakukan kegiatan tersebut.
Tidak berhenti pada penataan lingkungan, kegiatan juga dirangkai dengan kepedulian terhadap alam melalui pelepasan bibit ikan ke sungai serta pelepasan burung ke alam bebas.
Bibit ikan seperti lele dan kaper dilepaskan ke sungai sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap ekosistem perairan. Sementara sekitar 200 ekor burung kukur dilepas ke alam sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian satwa.
Dalam kesempatan tersebut, Dwiantara juga ikut ambil bagian dalam pelepasan burung.
“Karena saya mendapatkan nomor urut 2, cukup dua pasang saja yang saya lepas di Balai Banjar,” ujar Dwiantara.
Dukungan yang Lahir dari Kedekatan
Bagi masyarakat, kegiatan-kegiatan tersebut bukan hanya sekadar seremoni. Ada pesan yang lebih besar, yakni bagaimana ruang-ruang kebersamaan di desa tetap hidup dan masyarakat memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Denik mengatakan, salah satu hal yang menjadi harapan masyarakat adalah agar semangat kebersamaan tersebut tidak berhenti pada momentum Pilkel.
“Harapannya sederhana, Blahbatuh ke depan semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera dan kebersamaan tetap terjaga. Kalau masyarakat dan pemimpin bisa berjalan bersama, tentu pembangunan desa akan lebih kuat,” katanya.
Ia juga berharap siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Desa Blahbatuh mampu merangkul seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik.
“Setelah pemilihan selesai, kita semua tetap masyarakat Blahbatuh. Jangan sampai perbedaan pilihan membuat masyarakat terpecah. Yang kita harapkan adalah pemimpin yang bisa merangkul semuanya,” harap Denik.
Dukungan dari tukang parkir hingga pejabat tersebut menjadi warna tersendiri dalam perjalanan Dwiantara menuju Pilkel Blahbatuh. Dukungan itu menunjukkan bahwa ukuran seorang calon pemimpin tidak selalu dilihat dari seberapa besar jabatannya atau seberapa banyak janji yang disampaikan, tetapi juga dari seberapa dekat dirinya dengan masyarakat dan seberapa mampu ia membangun kepercayaan.
Di tengah dinamika Pilkel Desa Blahbatuh, dukungan masyarakat dari berbagai lapisan menjadi modal sosial yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Bagi Dwiantara, masyarakat bukan sekadar pemilih. Mereka adalah bagian dari perjalanan dan masa depan Desa Blahbatuh.
Karena pada akhirnya, desa tidak dibangun oleh seorang pemimpin seorang diri. Desa dibangun oleh masyarakat yang mau bergandengan tangan, bergotong royong dan menjaga kebersamaan.
Dari tukang parkir hingga pejabat, dari pemuda hingga tokoh masyarakat, suara dukungan itu kini menjadi bagian dari dinamika Pilkel Blahbatuh. Sebuah harapan sederhana agar pemimpin yang lahir dari proses demokrasi desa benar-benar menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat.
(Tim Newsyess)