GIANYAR | Sarinbiu.com — Semangat persaudaraan dan kedamaian mewarnai suasana pasca-Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Kabupaten Gianyar 2026. Calon Perbekel Desa Blahbatuh nomor urut 2, I Made Dwiantara, S.AP., M.AP., menyampaikan ucapan selamat kepada calon nomor urut 1, Gusti Ngurah Widya Wiasa, S.H., yang berhasil meraih kepercayaan masyarakat dan terpilih sebagai Perbekel Desa Blahbatuh.
Bagi Dwiantara, berakhirnya kontestasi bukanlah akhir dari perjuangan untuk masyarakat. Justru, kemenangan dalam pesta demokrasi tersebut harus menjadi awal untuk membangun kebersamaan dan kolaborasi demi kemajuan Desa Blahbatuh.
“Pagi-pagi saya sudah mengapresiasi kemenangan calon nomor satu, Gusti Ngurah Widya Wiasa, sebagai pemenang. Semalam saya juga langsung mengajak beliau untuk syukuran kecil di Banjar Tubuh sebagai bentuk apresiasi karena kontestasi ini berjalan damai dan sesuai harapan,” ujar Dwiantara.
Menurutnya, sikap saling menghargai setelah seluruh tahapan pemilihan selesai merupakan hal penting. Perbedaan pilihan selama kontestasi hendaknya tidak menjadi sekat yang memisahkan masyarakat.
Dwiantara menegaskan, dirinya akan tetap hadir dan berbuat semaksimal mungkin untuk masyarakat Blahbatuh. Berbagai gagasan, kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan sosial maupun persoalan masyarakat lainnya akan tetap menjadi bagian dari pengabdiannya.
“Masalah berbagi, masalah lainnya yang berkaitan dengan masyarakat, tentang lingkungan dan lain sebagainya, saya akan tetap berbuat semaksimal mungkin untuk masyarakat Blahbatuh. Tidak ada yang berkurang,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa hasil yang diperolehnya dalam Pilkel belum maksimal. Namun, Dwiantara menyebut hasil tersebut tetap merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus diterima dengan lapang dada.
“Walaupun dalam hal ini masih ada yang kurang maksimal dari hasil yang diperoleh, tetapi ini sudah menjadi yang terbaik. Kemenangan nomor 1 juga merupakan kemenangan masyarakat Blahbatuh, kemenangan semua calon yang ikut dalam kontestasi,” ungkapnya.
Nomor 1, 2 dan 3 Duduk Bersama
Hal yang menarik, semangat persatuan tersebut langsung diwujudkan Dwiantara dengan mengajak para calon untuk duduk dan makan bersama.
Calon nomor urut 1 dan nomor urut 3 hadir dalam suasana penuh keakraban. Sementara salah satu calon lainnya berhalangan hadir.
Bagi Dwiantara, pertemuan tersebut bukan sekadar makan bersama, melainkan simbol bahwa setelah kontestasi berakhir, seluruh calon kembali menjadi satu keluarga besar masyarakat Blahbatuh.
“Kita ajak makan calon nomor 1 dan nomor 3. Jadi nomor 1, 2 dan 3 hadir sebagai bentuk apresiasi untuk kekompakan, menjaga kebersamaan ke depan agar menjadi lebih baik lagi dan bisa berkolaborasi,” katanya.
Dwiantara berharap seluruh gagasan yang telah disampaikan para calon selama masa kampanye tidak berhenti setelah pemilihan selesai. Visi dan misi yang pernah dipaparkan masing-masing calon, menurutnya, dapat menjadi sumber gagasan yang dikolaborasikan untuk kepentingan masyarakat.
“Dari visi dan misi yang dipaparkan semua calon, ke depan bisa dikolaborasikan untuk membangun Blahbatuh yang lebih baik,” ujarnya.
Semangat tersebut menjadi pesan penting dari Dwiantara bahwa demokrasi tidak semata-mata tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, demokrasi adalah tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat kembali bersatu setelah pilihan ditentukan.
Kini, setelah suara rakyat berbicara, harapan besar berada di pundak Perbekel terpilih untuk melanjutkan pembangunan. Sementara para calon lainnya tetap memiliki ruang untuk berkontribusi melalui gagasan, pengabdian dan kerja nyata.
Dwiantara pun menyampaikan selamat kepada Gusti Ngurah Widya Wiasa atas kepercayaan yang diberikan masyarakat.
“Selamat kepada calon nomor urut 1. Semoga amanah dalam menjalankan kepercayaan masyarakat dan bersama-sama kita membangun Blahbatuh menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Tim)