GIANYAR | Sarinbiu.com — Calon Perbekel Desa Blahbatuh nomor urut 2, I Made Dwiantara, S.AP., M.AP., menyampaikan visi dan misinya di hadapan masyarakat dalam rangkaian tahapan Pilkel Blahbatuh, Sabtu (12/9/2026), bertempat di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Blahbatuh.
Di hadapan masyarakat, Dwiantara menegaskan bahwa pembangunan desa ke depan tidak cukup hanya berbicara mengenai pembangunan fisik. Menurutnya, Desa Blahbatuh membutuhkan tata kelola pemerintahan yang melayani, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan lingkungan, sekaligus pelestarian adat dan budaya.
Dwiantara membawa visi mewujudkan Desa Blahbatuh yang maju, masyarakat yang sejahtera, serta tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan sebagai jati diri desa.
Visi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah misi pembangunan yang menjadi pijakan apabila nantinya mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Blahbatuh.
Misi tersebut antara lain meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, efektif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat; meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat; serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi dan digitalisasi.
Selanjutnya, mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, tertata dan berkelanjutan berlandaskan nilai kearifan lokal; meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pemberdayaan generasi muda, pengembangan kreativitas serta pencegahan penyalahgunaan narkoba; memperkuat pertanian dan subak sebagai basis ketahanan pangan, ekonomi lokal dan pelestarian budaya agraris; memperkuat pelestarian adat, seni, budaya dan kearifan lokal sebagai landasan pembangunan desa ke depan; serta membangun kolaborasi pembangunan antara pemerintah desa, desa adat dan subak, perguruan tinggi, dunia usaha dan seluruh masyarakat.
“Visi dan misi ini tidak berhenti sebagai tulisan. Kami rangkum ke dalam program kerja yang nantinya dapat diterjemahkan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dwiantara.
Blahbatuh Melayani
Program kerja pertama yang ditawarkan Dwiantara adalah “Blahbatuh Melayani”, dengan fokus pada penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Melalui program ini, ia menawarkan pelayanan desa yang lebih cepat, mudah dan berbasis digital. Digitalisasi layanan surat-menyurat diharapkan dapat memangkas birokrasi yang berbelit sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan banyak waktu hanya untuk mendapatkan pelayanan administrasi.
Selain itu, Dwiantara menawarkan konsep Satu Data Sosial Desa Blahbatuh. Data kemiskinan dan kelompok rentan akan divalidasi secara berkala melalui verifikasi lapangan sehingga berbagai program bantuan maupun intervensi pemerintah desa dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.
Program berikutnya adalah Blahbatuh Sehat dan Cerdas, dengan percepatan penurunan stunting melalui pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal dan penguatan posyandu, sekaligus mendorong fasilitas beasiswa untuk membantu menekan angka putus sekolah.
Dwiantara juga menawarkan Blahbatuh Peduli, yakni penguatan dana sosial yang bersumber dari pos APBDes sesuai kewenangan, dukungan CSR, donasi yang legal, maupun program jaminan sosial yang bersifat institusional.
Blahbatuh Berdaya
Program kedua adalah “Blahbatuh Berdaya”, yang diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi dan kemandirian masyarakat.
Salah satu program yang ditawarkan adalah BUMDes Bangkit dan Berdaya, melalui restrukturisasi dan penguatan BUMDes berbasis kompetensi. BUMDes didorong tidak hanya menjadi lembaga usaha desa, tetapi juga dapat berfungsi sebagai agregator dan distributor produk maupun usaha warga Blahbatuh.
Kemudian ada program UMKM Naik Kelas, dengan mendorong produk-produk masyarakat agar mampu menembus pasar yang lebih luas, baik melalui jaringan pemasaran maupun pemanfaatan platform digital.
Dwiantara juga menaruh perhatian besar terhadap sektor pertanian dan subak melalui program Subak Lestari dan Pertanian Berkelanjutan. Pemerintah desa, sesuai kewenangannya, akan didorong memberikan dukungan regulasi dan anggaran untuk menjaga keberadaan subak, mendorong inovasi pertanian serta membuka ruang bagi generasi muda untuk kembali tertarik menggeluti sektor pertanian.
Sementara melalui Blahbatuh Berbudaya, ruang kreativitas generasi muda akan diperluas melalui inkubasi bisnis kreatif, olahraga, seni dan kegiatan sosial, termasuk penguatan edukasi pencegahan narkoba.
Blahbatuh Lestari
Program ketiga adalah “Blahbatuh Lestari”, yang berfokus pada lingkungan, penataan desa serta penguatan adat dan budaya.
Program Blahbatuh Bersih dan Sehat diarahkan pada edukasi pemilahan sampah dari sumber, optimalisasi bank sampah di tingkat banjar serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait pengelolaan lingkungan.
Kemudian Blahbatuh Tertata, yakni penataan estetika desa, termasuk koordinasi penataan kabel dan jaringan provider yang semakin berkembang di kawasan desa. Penataan ruang publik juga menjadi bagian penting agar perkembangan modernisasi tetap sejalan dengan karakter dan kearifan lokal Blahbatuh.
Dwiantara juga menekankan pentingnya menjaga jalannya prosesi adat dan keagamaan agar tetap mendapatkan ruang di tengah perkembangan zaman.
Program berikutnya adalah Sinergitas Adat dan Dinas, berupa penguatan kolaborasi formal antara pemerintah desa dan desa adat, termasuk dalam menjaga ketertiban, keamanan, hukum adat serta keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat.
Bagi Dwiantara, pembangunan Desa Blahbatuh ke depan harus berjalan bersama. Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan desa adat, subak, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi maupun berbagai elemen lainnya.
Karena itu, seluruh gagasan yang ditawarkan bermuara pada satu tujuan besar, yakni menghadirkan Blahbatuh yang maju, masyarakat yang sejahtera, tata kelola pemerintahan yang melayani, ekonomi masyarakat yang berdaya, lingkungan yang lestari serta kebudayaan yang tetap terjaga.
Di penghujung penyampaian visi dan misi, Dwiantara mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bijak dan melihat arah pembangunan Desa Blahbatuh ke depan.
“Jangan hanya melihat siapa yang datang dan berbicara. Mari kita lihat arah dan gagasan pembangunan desa ke depan. Pilihan ada di tangan masyarakat,” demikian Dwiantara. (Tim)