Peduli Sesama Sarinbiu Berbagi 85 Paket Sembako untuk Warga Blahbatuh, Made Dwiantara: “Kami Ingin Mereka Merasa Tidak Sendiri”

 

GIANYAR | Sarinbiu.com  – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan dan dinamika menjelang Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Blahbatuh, sebuah langkah sederhana dilakukan dengan cara yang berbeda. Bukan dengan panggung besar, bukan pula dengan gegap gempita, tetapi dengan mengetuk pintu-pintu rumah warga yang membutuhkan.

Sabtu, 5 September 2026, sebanyak 85 paket sembako dibagikan kepada masyarakat di wilayah Desa Blahbatuh. Kegiatan tersebut dilakukan oleh I Made Dwiantara, S.AP., M.AP., yang juga Owner Sarinbiu sekaligus Calon Perbekel Desa Blahbatuh nomor urut 2.

Paket bantuan yang disalurkan berisi kebutuhan pokok sehari-hari, yakni 10 kilogram beras, lima bungkus mi instan, satu botol minyak goreng, 10 butir telur, serta dua kotak makanan ringan.

Namun, bagi warga penerima, isi paket bukanlah satu-satunya makna dari kegiatan tersebut. Ada perhatian, ada kepedulian, dan ada pesan sederhana bahwa di tengah beratnya kehidupan, masih ada tangan yang bersedia menguatkan.

Penyaluran dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Sejumlah kelian adat serta kader penggerak PKK turut mendampingi kegiatan di lapangan. Atas arahan I Made Dwiantara, kegiatan Sarinbiu tersebut juga diwakili oleh putrinya, Putu Adelia, yang ikut turun langsung menemui masyarakat.

Kehadiran Putu Adelia menjadi bagian dari pesan yang ingin dibangun keluarga Sarinbiu: kepedulian kepada masyarakat bukan sekadar kegiatan sesaat, tetapi nilai yang perlu diwariskan dan terus dijaga.

Bukan Sekadar Sembako, Tetapi Menguatkan Mental

I Made Dwiantara mengatakan, sasaran utama kegiatan tersebut adalah masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit, termasuk warga yang sakit maupun mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Menurutnya, bantuan yang diberikan memang tidak akan serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan warga. Tetapi setidaknya, kehadiran tersebut diharapkan mampu memberikan sedikit ruang bagi mereka untuk tersenyum dan kembali memiliki semangat.

Baca juga:  Made Dwiantara Rangkul Pemenang: “Kemenangan Nomor 1 adalah Kemenangan Masyarakat Blahbatuh”

“Sasaran kita adalah warga yang sakit atau berkebutuhan khusus, terutama mereka yang memang perlu kita kuatkan secara mental dan semangatnya,” ujar Made Dwiantara.

Ia menegaskan, apa yang dilakukan Sarinbiu bukan semata-mata mengenai nilai bantuan yang diberikan.

“Yang kami antar bukan hanya sembako. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri. Ada masyarakat, ada keluarga, ada orang-orang yang peduli dan ingin memberikan semangat,” katanya.

Made Dwiantara menyebut, pembagian 85 paket tersebut dilakukan secara bertahap dari pagi hingga sore. Di sela kegiatan, tim tetap beristirahat dan melanjutkan kembali penyaluran kepada warga yang telah menjadi sasaran.

Menyasar 12 Banjar, Tetap Menghormati Ruang Sosial Masyarakat

Dalam kegiatan tersebut, Sarinbiu berupaya menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Desa Blahbatuh. Dari rencana awal, terdapat sekitar 12 banjar yang menjadi sasaran pendataan dan penyaluran bantuan.

 

“Rencana kami, kalau memungkinkan semua banjar akan kami sasar. Kami ingin menggali lagi data warga yang membutuhkan di banjar-banjar lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterbatasan gerak di sejumlah wilayah juga menjadi pertimbangan tersendiri.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosial tetap ditempatkan dalam koridor penghormatan terhadap dinamika masyarakat dan proses demokrasi desa.

Dari Rumah ke Rumah, Menjemput Cerita Warga

Bagi tim Sarinbiu, turun langsung ke lapangan bukan hanya tentang menyerahkan paket bantuan. Ada kesempatan untuk mendengar cerita warga, melihat kondisi mereka dari dekat, sekaligus memahami bahwa persoalan masyarakat tidak selalu dapat terlihat dari balik meja.

Sejumlah kelian adat dan kader penggerak PKK turut membantu proses di lapangan. Mereka menjadi jembatan antara kebutuhan warga dengan bantuan yang disiapkan.

Sementara itu, Putu Adelia yang mewakili keluarga Sarinbiu juga ikut turun langsung. Kehadirannya memberi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.

Baca juga:  Wayan Dumya Apresiasi Pembangunan Gianyar, Soroti Isu Bansos dan Netralitas dalam Pilkel

Bantuan itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar beras, telur, minyak goreng dan mi instan. Ia menjelma menjadi bahasa sederhana tentang kepedulian.

Di tengah kehidupan masyarakat yang terus bergerak, ada warga yang mungkin sedang berjuang melawan sakit, ada keluarga yang harus menguatkan anggota keluarganya yang berkebutuhan khusus, dan ada pula mereka yang hanya membutuhkan seseorang untuk datang dan berkata bahwa mereka masih diperhatikan.

Made Dwiantara: Semoga Kepedulian Ini Terus Berlanjut

Made Dwiantara berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pembagian 85 paket sembako. Ia ingin pendataan terhadap masyarakat yang membutuhkan dapat terus dilakukan sehingga bantuan berikutnya dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.

“Semoga nanti ada data yang bisa kami gali lagi di banjar-banjar lainnya. Kalau memungkinkan, kami ingin menyasar seluruh wilayah Blahbatuh,” ujarnya.

Baginya, membantu sesama tidak harus menunggu seseorang menjadi kaya atau memiliki jabatan tertentu.

Sebab, kepedulian sering kali lahir dari hal sederhana: menyisihkan apa yang dimiliki, datang menemui mereka yang membutuhkan, lalu memberikan sedikit kekuatan agar mereka mampu melanjutkan hari.

Sabtu itu, 85 paket sembako berjalan dari tangan ke tangan. Tetapi yang sesungguhnya ingin dititipkan Sarinbiu kepada masyarakat Blahbatuh adalah sesuatu yang tidak bisa ditimbang dengan kilogram dan tidak bisa dihitung dengan rupiah: rasa peduli dan semangat untuk tetap berdiri bersama.

Di tengah kontestasi politik desa yang mulai menghangat, langkah sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa demokrasi bukan hanya tentang angka dan suara di bilik pencoblosan, tetapi juga tentang bagaimana setiap anak desa belajar melihat, mendengar, dan merasakan kehidupan sesamanya. (Tim Newsyess)

Populer

Bupati Gianyar  Made Agus Mahayastra Lantik KONI Gianyar 2026–2030 Dorong Kompetisi Berjenjang dan Sport Tourism

Made Dwiantara Bersama Keluarga Tangkil ke Pura Puncak Sinunggal, Menjemput Kedamaian di Ketinggian Tajun

Made Dwiantara Rangkul Pemenang: “Kemenangan Nomor 1 adalah Kemenangan Masyarakat Blahbatuh”

Bupati  Made Agus Mahayastra Pantau Langsung Pilkel Serentak, di Kabupaten Gianyar 

Dwiantara Gunakan Hak Pilih di TPS 1 Banjar Tubuh, Titip Pesan untuk Blahbatuh yang Damai

Terbaru

Bupati Gianyar  Made Agus Mahayastra Lantik KONI Gianyar 2026–2030 Dorong Kompetisi Berjenjang dan Sport Tourism

Made Dwiantara Bersama Keluarga Tangkil ke Pura Puncak Sinunggal, Menjemput Kedamaian di Ketinggian Tajun

Made Dwiantara Rangkul Pemenang: “Kemenangan Nomor 1 adalah Kemenangan Masyarakat Blahbatuh”

Bupati  Made Agus Mahayastra Pantau Langsung Pilkel Serentak, di Kabupaten Gianyar 

Dwiantara Gunakan Hak Pilih di TPS 1 Banjar Tubuh, Titip Pesan untuk Blahbatuh yang Damai