GIANYAR | Sarinbiu.com – Hari pemungutan suara Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Blahbatuh menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan desa ke depan. Dengan suasana yang tertib dan penuh kebersamaan, calon Perbekel Desa Blahbatuh nomor urut 2, I Made Dwiantara, S.AP., M.AP., turut menggunakan hak pilihnya di TPS 1 Banjar Tubuh, Desa Blahbatuh, Minggu (20/9/2026).
Dwiantara yang dikenal dengan sapaan Noblus, hadir untuk menjalankan hak sekaligus kewajibannya sebagai warga negara dan bagian dari masyarakat Desa Blahbatuh. Kedatangannya di TPS menjadi bagian dari proses demokrasi di tingkat desa yang diharapkan berlangsung aman, lancar, dan tetap menjunjung tinggi persaudaraan.
Usai melakukan pencoblosan, Dwiantara menyampaikan pesan agar seluruh masyarakat Blahbatuh tetap menjaga suasana yang kondusif. Baginya, Pilkel bukan sekadar tentang siapa yang mendapatkan amanah untuk memimpin, tetapi juga tentang bagaimana seluruh masyarakat tetap menjadi satu keluarga setelah proses pemilihan selesai.
“Apa pun hasilnya nanti, saya berharap masyarakat tetap menjaga persatuan, kerukunan dan rasa menyama braya. Pilkel ini adalah bagian dari proses demokrasi, sehingga mari kita jalani dengan hati yang tenang, damai dan penuh rasa kekeluargaan,” ungkap Dwiantara.
Ia juga mengajak seluruh pendukung maupun masyarakat Desa Blahbatuh untuk memberikan kesempatan kepada proses pemungutan dan penghitungan suara berjalan sebagaimana mestinya. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari demokrasi dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus tali persaudaraan.
Dwiantara berharap Pilkel Desa Blahbatuh dapat melahirkan pemimpin yang benar-benar mampu mengemban amanah masyarakat, bekerja dengan tulus, serta menempatkan kepentingan desa dan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Harapan saya, siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan masyarakat, semoga bisa menjalankan amanah dengan baik dan membawa Desa Blahbatuh semakin maju, harmonis dan sejahtera. Yang paling penting, persaudaraan jangan sampai terputus hanya karena perbedaan pilihan,” pesannya.
Menurutnya, pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh seorang Perbekel seorang diri. Dibutuhkan kebersamaan antara pemerintah desa, lembaga desa adat, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, serta seluruh krama Desa Blahbatuh.
Karena itu, ia berharap setelah seluruh tahapan Pilkel selesai, masyarakat dapat kembali bersatu dan bersama-sama membangun desa.
Momentum pencoblosan di TPS 1 Banjar Tubuh pun berlangsung dalam suasana kebersamaan. Bagi Dwiantara, hadirnya masyarakat di TPS dan menggunakan hak pilih merupakan wujud kepedulian terhadap masa depan Desa Blahbatuh.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, panitia pemilihan, aparat keamanan, serta semua pihak yang telah ikut menjaga proses Pilkel agar berjalan tertib dan damai.
“Mari kita hormati pilihan masing-masing. Setelah pencoblosan ini, kita kembali sebagai keluarga besar Desa Blahbatuh. Apa pun hasilnya, semoga semuanya menjadi bagian dari perjalanan terbaik untuk desa yang kita cintai bersama,” tutupnya.
Dengan semangat Noblus, Dwiantara berharap Pilkel Desa Blahbatuh tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, gotong royong dan semangat membangun desa secara bersama-sama. (Tim)