DENPASAR | Sarinbiu.com – Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Gianyar menunjukkan keseriusannya memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas kader, serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui keikutsertaan TP Posyandu Kabupaten Gianyar dalam tahapan Presentasi dan Wawancara Lomba TP Posyandu Provinsi Bali Tahun 2026, Selasa (8/9/2026).
Tahapan presentasi dan wawancara berlangsung di Sekretariat TP Posyandu Provinsi Bali, Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian Lomba TP Posyandu Provinsi Bali 2026, setelah sebelumnya peserta mengikuti tahapan penilaian administrasi dan verifikasi lapangan.
Dalam tahapan tersebut, Ketua TP Posyandu Kabupaten/Kota se-Bali memaparkan pemahaman mengenai kelembagaan TP Posyandu, pelaksanaan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus berbagai praktik baik dan inovasi yang telah dijalankan di masing-masing daerah.
Bagi TP Posyandu Kabupaten Gianyar, momentum tersebut bukan sekadar ajang kompetisi. Lebih jauh, lomba menjadi ruang evaluasi sekaligus kesempatan untuk memperkuat pemahaman kelembagaan dan memastikan seluruh program Posyandu benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, mengaku bangga dapat mengikuti tahapan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan lomba memberikan kesempatan bagi TP Posyandu untuk kembali memahami tugas, fungsi dan kelembagaan Posyandu sesuai regulasi, kemudian menerjemahkannya ke dalam program yang konkret.
“Sangat bangga dan senang mengikuti lomba ini, karena dengan adanya lomba kita lebih bisa meningkatkan pengetahuan tentang Tim Pembina Posyandu. Kita melihat kembali apa itu kelembagaan Posyandu, mengacu kepada regulasi dan enam bidang SPM, kemudian baru kita arahkan ke dalam program dan kegiatan,” ujarnya.
570 Posyandu, 4.316 Kader Jadi Kekuatan Gianyar
Saat ini, Kabupaten Gianyar memiliki 570 kelompok Posyandu dengan 4.316 kader yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.
Menurut Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, keberadaan ribuan kader tersebut merupakan kekuatan besar dalam menjalankan berbagai program Posyandu. Namun, penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas tetap harus dilakukan secara berkelanjutan.
Salah satu pekerjaan rumah yang terus didorong adalah memastikan seluruh kelompok Posyandu di Gianyar tercatat dan teregistrasi secara lengkap.
“Tugas kami bagaimana Posyandu ini nantinya bisa teregistrasi 100 persen. Di samping itu, pemahaman dan peningkatan kapasitas kader juga perlu kita tingkatkan. Kita berikan penyegaran terkait kelembagaan Posyandu, enam bidang SPM, kemudian memberikan peningkatan kapasitas kepada kader,” jelasnya.
Menurutnya, kader bukan sekadar pelaksana kegiatan di tingkat masyarakat. Mereka merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga. Karena itu, kapasitas kader menjadi salah satu kunci keberhasilan penguatan Posyandu.
Dari Pendidikan hingga Pencegahan Stunting
Dalam presentasi dan wawancara tersebut, TP Posyandu Kabupaten Gianyar juga membawa sejumlah praktik baik dan inovasi yang dikembangkan untuk memperkuat pelaksanaan enam bidang SPM.
Salah satu perhatian diberikan pada bidang pendidikan, khususnya melalui sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan prasekolah selama satu tahun. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan anak mendapatkan hak pendidikan sejak usia dini sekaligus mendorong agar tidak ada anak di Gianyar yang kehilangan kesempatan bersekolah.
Sementara pada bidang kesehatan, TP Posyandu Gianyar menempatkan pencegahan stunting sebagai salah satu prioritas penting.
Pendekatannya tidak hanya dilakukan setelah seorang bayi lahir, tetapi dimulai sedini mungkin, bahkan sejak pasangan yang akan menikah.
Intervensi dilakukan dengan menyasar calon pengantin, kemudian dilanjutkan pada masa kehamilan hingga kelahiran. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menekan risiko stunting sekaligus membangun generasi Gianyar yang sehat dan berkualitas.
“Dalam upaya pencegahan stunting, intervensi perlu dilakukan sedini mungkin. Karena itu, sasaran kita tidak hanya pada bayi setelah lahir, tetapi dimulai sejak calon pengantin, kemudian ibu hamil, sehingga diharapkan dapat melahirkan anak-anak yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.
Lomba Bukan Sekadar Mengejar Juara
Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra menegaskan, keikutsertaan TP Posyandu Gianyar dalam lomba tingkat Provinsi Bali bukan semata-mata untuk mengejar predikat terbaik.
Lebih dari itu, lomba menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, memperkuat kelembagaan, menggali inovasi, serta meningkatkan kapasitas seluruh kader hingga ke tingkat paling bawah.
Apa yang diperoleh dalam tahapan presentasi dan wawancara tersebut selanjutnya akan menjadi bahan untuk terus melakukan pembenahan dan penguatan Posyandu di Kabupaten Gianyar.
“Ini merupakan suatu kesempatan yang baik sekali dan kita juga akan implementasikan ini ke bawah, memberikan pengetahuan lebih lagi, sasarannya di kader-kader Posyandu,” tegasnya.
Dengan 570 kelompok Posyandu dan ribuan kader yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Gianyar, TP Posyandu Gianyar terus didorong untuk tidak berhenti pada pencapaian administratif maupun keberhasilan mengikuti lomba.
Semangat yang dibangun adalah menjadikan Posyandu sebagai ruang pelayanan masyarakat yang semakin kuat, adaptif dan mampu menjawab kebutuhan warga.
Melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas kader, registrasi Posyandu secara menyeluruh serta berbagai inovasi pada enam bidang SPM, TP Posyandu Kabupaten Gianyar menegaskan bahwa lomba bukanlah garis akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dekat, berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. (Tim)