GIANYAR | Sarinbiu.com — Semangat menjaga persaudaraan dan kedamaian terus ditunjukkan para calon Perbekel Desa Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, menjelang pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Blahbatuh.
Salah satunya ditunjukkan melalui kegiatan muspe (persembahyangan bersama) yang diikuti seluruh calon Perbekel Desa Blahbatuh, termasuk I Made Dwiantara, S.AP., M.AP., calon nomor urut 2.
Kegiatan yang berlangsung pada sore hari tersebut difasilitasi oleh panitia Pilkel Desa Blahbatuh. Persembahyangan bersama dilaksanakan di salah satu pura yang telah ditentukan panitia, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menjelang pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Menurut I Made Dwiantara, kegiatan muspe bersama ini memiliki makna yang sangat penting. Bukan hanya sebagai bentuk bhakti dan memohon kelancaran kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh calon Perbekel.
“Kegiatan kemarin sore kami melakukan muspe bersama seluruh calon kepala desa Blahbatuh yang difasilitasi oleh panitia. Kami bersama-sama melakukan persembahyangan di salah satu pura yang sudah ditentukan panitia,” ujar Dwiantara.
Ia menjelaskan, kegiatan persembahyangan bersama tersebut berkaitan dengan keberadaan lima desa adat di wilayah Desa Blahbatuh. Karena itu, seluruh calon memiliki kewajiban moral untuk mengikuti persembahyangan bersama di pura yang telah ditentukan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat, budaya dan spiritual yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Blahbatuh.
Bagi Dwiantara, suasana kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa seluruh calon memiliki komitmen yang sama untuk menjaga Pilkel Blahbatuh tetap berlangsung dalam suasana yang aman, tertib dan damai.
Ia menilai, perbedaan pilihan dalam sebuah kontestasi demokrasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai merusak persaudaraan maupun hubungan sosial masyarakat.
“Kegiatan tersebut berjalan damai dan khusyuk. Kami para calon juga sangat kompak dan solid. Semangatnya sama, yaitu bagaimana menjadikan Blahbatuh lebih baik dalam situasi yang tenang dan damai,” tegasnya.
Bersaing dalam Gagasan, Tetap Bersaudara
Dwiantara menegaskan, Pilkel bukanlah ajang untuk saling menjatuhkan. Menurutnya, seluruh calon memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menyampaikan visi, misi serta program terbaik kepada masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh pendukung dan masyarakat Blahbatuh agar ikut menjaga suasana kondusif selama seluruh tahapan Pilkel berlangsung.
“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai berbeda dalam menjaga persatuan. Pilkel ini adalah proses untuk memilih pemimpin terbaik bagi Desa Blahbatuh. Mari kita jalani dengan tenang, damai dan penuh rasa persaudaraan,” katanya.
Ia berharap suasana kebersamaan yang telah terbangun di antara para calon dapat terus dipertahankan hingga seluruh tahapan Pilkel selesai.
Menurutnya, siapapun nantinya yang mendapatkan kepercayaan masyarakat, seluruh calon harus tetap bersatu dan bersama-sama membangun Desa Blahbatuh.
“Yang paling penting adalah Blahbatuh. Siapapun yang nanti dipercaya masyarakat, kita semua tetap harus bersama-sama membangun desa. Jangan karena Pilkel kita menjadi terpecah,” tandas Dwiantara.
Kegiatan muspe bersama tersebut sekaligus menjadi pesan kuat bahwa kontestasi Pilkel Desa Blahbatuh tidak hanya berbicara mengenai persaingan untuk meraih dukungan masyarakat, tetapi juga bagaimana seluruh calon mampu memberikan teladan dalam berdemokrasi.
Dengan menjunjung tinggi nilai adat, spiritualitas, persaudaraan dan sportivitas, Pilkel Blahbatuh diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar mendapatkan kepercayaan masyarakat serta membawa desa menuju arah yang lebih baik. (Tim)