GIANYAR | Sarinbiu.com — Upaya memperkuat kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Gianyar terus dilakukan. Salah satunya melalui studi tiru ke Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dinilai memiliki berbagai praktik baik dan inovasi dalam pengembangan layanan PAUD.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar bersama Bunda PAUD Kabupaten, Kecamatan, serta Bunda PAUD Desa/Kelurahan penerima apresiasi tingkat Kabupaten Gianyar melaksanakan kunjungan studi tiru ke Kabupaten Bantul, Senin (14/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi jajaran PAUD Gianyar untuk menggali secara langsung berbagai program, inovasi, strategi, hingga pola tata kelola yang diterapkan Bantul dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.
Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan studi tiru tersebut bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi ruang belajar bersama untuk melihat secara langsung bagaimana peran Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD dapat diperkuat dalam mendukung peningkatan kualitas layanan PAUD.
Menurutnya, Kabupaten Bantul memiliki pengalaman yang relevan untuk dipelajari. Terlebih, Bunda PAUD Kabupaten Bantul berhasil meraih Apresiasi Wiyata Darma Muda Tingkat Nasional Tahun 2025. Prestasi tersebut menjadi salah satu alasan Gianyar memilih Bantul sebagai daerah tujuan studi tiru.
“Ibu PAUD Kabupaten Bantul telah memperoleh Apresiasi Wiyata Darma Muda Tingkat Nasional Tahun 2025. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi kami untuk melihat lebih dekat program dan inovasi yang telah dijalankan,” ujar Surya Adnyani.
Ia menegaskan, berbagai program dan praktik baik yang ditemukan selama kunjungan tidak akan langsung diterapkan begitu saja di Gianyar. Setiap inovasi akan terlebih dahulu dikaji, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat Gianyar.
Hal tersebut penting agar pengembangan PAUD di Gianyar tidak kehilangan jati diri daerah. Menurut Surya Adnyani, inovasi pendidikan harus berjalan beriringan dengan potensi budaya serta kearifan lokal Bali.
“Kami ingin menggali inovasi yang dapat diadopsi, diadaptasi, dan dikembangkan di Gianyar sesuai dengan karakteristik daerah serta memperkuat budaya dan kearifan lokal Bali,” jelasnya.
Lebih jauh, Surya Adnyani menekankan bahwa membangun layanan PAUD yang berkualitas bukan pekerjaan satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Bunda PAUD, Pokja Bunda PAUD, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci agar layanan PAUD tidak hanya berkualitas, tetapi juga inklusif dan mampu menjangkau seluruh anak.
“Kami meyakini keberhasilan pembangunan PAUD tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Kolaborasi, komitmen, inovasi, dan gerakan bersama menjadi kekuatan untuk menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas,” katanya.
Melalui kunjungan tersebut, Gianyar juga berharap terbangun jejaring komunikasi dan kerja sama yang lebih erat antara Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gianyar dan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Bantul.
Pertukaran pengalaman diharapkan tidak berhenti pada agenda studi tiru, tetapi dapat berkembang menjadi komunikasi dan pembelajaran berkelanjutan. Dengan demikian, masing-masing daerah dapat saling berbagi praktik baik dan mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan wilayahnya.
“Harapan kami, kunjungan ini melahirkan inspirasi baru bagi Gianyar dan membuka ruang kerja sama yang lebih erat. Kami datang untuk belajar dari Bantul dan berharap ke depan dapat berbagi praktik baik yang berkembang di Gianyar,” pungkas Surya Adnyani.
Studi tiru ini sekaligus menegaskan komitmen Gianyar untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi dalam pengembangan PAUD. Bagi Gianyar, investasi pada pendidikan anak usia dini merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi yang tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, serta tetap berakar pada budaya dan nilai-nilai lokal Bali. (Tim)