GIANYAR | Sarinbiu.com – Tahapan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, memasuki agenda penting dengan dilaksanakannya pengundian nomor urut calon Perbekel, Minggu, 23 Agustus 2026.
Dalam pengundian tersebut, I Made Dwiantara, S.AP., M.AP., memperoleh nomor urut 2. Bagi Dwiantara, angka tersebut memiliki makna tersendiri karena dirinya merupakan anak kedua dalam keluarganya.
“Pengundian nomor urut hari ini, astungkara saya, I Made Dwiantara, memperoleh nomor urut 2. Saya kebetulan juga anak kedua. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar sesuai dengan harapan kita bersama,” ujar Dwiantara.
Perolehan nomor urut tersebut sekaligus menandai semakin dekatnya masyarakat Desa Blahbatuh menuju hari pemungutan suara. Seluruh calon kini memiliki nomor identitas masing-masing yang akan menjadi bagian penting dalam tahapan sosialisasi dan pelaksanaan Pilkel.
Sebelumnya, tahapan penetapan calon Perbekel Desa Blahbatuh telah dilaksanakan pada Senin, 17 Agustus 2026, bertempat di Kantor Desa Blahbatuh. Dwiantara turut hadir dalam agenda tersebut sebagai salah satu calon yang ditetapkan untuk mengikuti kontestasi.
Dwiantara menilai seluruh tahapan Pilkel yang telah berjalan merupakan bagian penting dalam mewujudkan proses demokrasi di tingkat desa. Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada panitia Pilkel Desa Blahbatuh yang telah mempersiapkan dan menjalankan setiap tahapan dengan tertib.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah bekerja dengan baik, penuh tanggung jawab dan menjaga seluruh proses tahapan ini berjalan sesuai ketentuan. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung sehingga proses penetapan calon dapat berlangsung dengan tertib,” katanya.
Menurut Dwiantara, Pilkel bukan semata-mata sebuah kompetisi untuk menentukan siapa yang akan menjadi Perbekel. Lebih dari itu, Pilkel merupakan ruang bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan Desa Blahbatuh dalam beberapa tahun ke depan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilih secara bijaksana dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk mempertajam perpecahan.
Dwiantara berharap masyarakat dapat menilai seluruh calon secara objektif, dengan melihat rekam jejak, pengalaman, integritas, kemampuan, serta visi dan misi yang ditawarkan kepada masyarakat.
“Harapan saya, masyarakat bisa melihat calon secara objektif. Pilihlah calon yang memiliki rekam jejak yang baik, punya visi yang jelas, mampu bekerja dan memiliki komitmen untuk membawa Desa Blahbatuh menjadi lebih maju. Pilihan masyarakat tentu harus dihormati karena itu bagian dari demokrasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan merupakan hal yang lumrah dalam sebuah proses demokrasi. Setiap warga memiliki hak untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani dan penilaiannya masing-masing.
Namun, menurutnya, kontestasi politik di tingkat desa harus tetap dilandasi semangat persaudaraan. Jangan sampai perbedaan pilihan politik justru memutus hubungan kekeluargaan, persahabatan maupun keharmonisan masyarakat yang selama ini telah terbangun.
“Berbeda pilihan itu biasa. Yang terpenting jangan sampai perbedaan tersebut membuat kita terpecah. Siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan masyarakat, kita harus tetap menjaga persatuan dan bersama-sama membangun Desa Blahbatuh,” ujarnya.
Dengan telah dilaksanakannya pengundian nomor urut pada Minggu, 23 Agustus 2026, tahapan Pilkel Desa Blahbatuh kini memasuki fase yang semakin menentukan. Dwiantara pun menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh proses hingga pemungutan suara dengan mengedepankan politik yang santun, sehat dan bermartabat.
Nomor urut 2 yang kini melekat pada dirinya diharapkan bukan sekadar angka dalam surat suara, tetapi menjadi simbol awal perjuangan untuk menawarkan gagasan dan pengabdian kepada masyarakat Desa Blahbatuh.
Dwiantara juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, damai dan kondusif hingga seluruh tahapan Pilkel selesai.
Baginya, kemenangan dalam sebuah kontestasi bukan hanya tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga bagaimana seluruh proses demokrasi dapat berlangsung dengan baik dan meninggalkan persaudaraan yang tetap utuh di tengah masyarakat.
“Yang paling penting bagi saya, seluruh tahapan ini berjalan lancar, aman dan damai. Mari kita sama-sama menjaga Desa Blahbatuh agar tetap kondusif. Apa pun hasilnya nanti, kita tetap bersaudara dan bersama-sama membangun desa,” pungkasnya. (Tim Newsyess)