GIANYAR | Sarinbiu.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra turun langsung mengecek progres pengerjaan sejumlah ruas jalan kabupaten di wilayah Gianyar, Sabtu (5/9) pagi. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai target, sekaligus menjaga kualitas pekerjaan agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mahayastra tidak hanya melihat perkembangan fisik pekerjaan di lapangan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga berdialog dengan pelaksana pekerjaan dan mencermati kondisi ruas jalan yang tengah ditangani.
Peninjauan dilakukan terhadap lima ruas jalan kabupaten yang saat ini memasuki tahap pengerjaan. Kelima ruas tersebut memiliki progres yang berbeda-beda.
Rinciannya, Jalan Tojan–Perangsada–Saba telah mencapai progres 12,340 persen. Kemudian Jalan Tebuana–Gelumpang sebesar 8,784 persen, Jalan Samu–Belang mencapai 12,108 persen, Jalan Keliki–Sebali–Payogan sebesar 5,670 persen, serta Jalan Tengipis–Gambih mencapai 6,572 persen.
Mahayastra memastikan setiap pekerjaan terus dipantau sehingga pelaksanaan di lapangan tetap berjalan sesuai perencanaan. Menurutnya, pembangunan jalan bukan sekadar mengejar panjang ruas yang tertangani, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi mampu bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kalau bisa November selesai. Kalau tidak bisa ya Desember, tapi kualitasnya harus bagus,” tegas Mahayastra.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan dua hal yang menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni percepatan pekerjaan dan kualitas pembangunan. Mahayastra meminta pelaksana memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengejar target penyelesaian, namun tidak boleh mengorbankan mutu pekerjaan.
Rp189,875 Miliar untuk 36 Paket Jalan
Pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Gianyar. Pada tahun 2026, Pemkab Gianyar mengalokasikan sekitar Rp189,875 miliar untuk menangani 36 paket pekerjaan jalan yang tersebar di berbagai wilayah.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemantapan jalan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah. Hingga akhir 2026, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Gianyar ditargetkan mencapai sekitar 85 persen.
Mahayastra menegaskan pemerintah daerah akan terus mempercepat penanganan ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.
Menurutnya, jalan memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas masyarakat. Infrastruktur jalan yang baik akan memperlancar mobilitas warga, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan jalan agar tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kualitas hasil pembangunan.
Percepatan, kata Mahayastra, tetap harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan standar mutu. Dengan demikian, jalan yang dibangun pemerintah benar-benar dapat digunakan masyarakat secara aman dan nyaman serta memiliki manfaat jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Gianyar pun menargetkan penanganan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan dapat terus dituntaskan secara bertahap, sehingga kualitas jaringan jalan di seluruh wilayah Gianyar semakin baik dan mendukung aktivitas masyarakat. (Tim)