Made Dwiantara Hadiri Pengabenan Massal Bersama Sekda Gianyar dan Ketua Fraksi PDIP, Tegaskan Politik Santun di Tengah Masyarakat

GIANYAR |Sarinbiu.com – Kehadiran di tengah masyarakat tidak selalu harus dibungkus dengan agenda politik. Bagi calon Perbekel Desa Blahbatuh, I Made Dwiantara, S.AP., M.AP., ruang kebersamaan masyarakat justru menjadi kesempatan untuk membangun silaturahmi, menyerap suasana kehidupan warga, sekaligus menunjukkan bahwa politik dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai sosial, adat dan budaya.

Hal tersebut terlihat ketika I Made Dwiantara mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widya Utama serta Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Gianyar Ni Made Ratnadi, S.E.,  Juga Bendesa adat Blahbatuh dan juga Kelian Adat serta Tokoh Masyarakat Adat dalam kegiatan pengabenan massal yang berlangsung di sejumlah banjar di wilayah Desa Blahbatuh.

Kehadiran tersebut juga didampingi Camat Blahbatuh dalam rangka menghadiri sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan masyarakat yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Kegiatan pengabenan massal tersebut dilaksanakan di  4  wilayah banjar, di antaranya Banjar Laud, Banjar Pande, Banjar Tusan dan Banjar Kebon Desa adat Blahbatuh

Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, suasana berlangsung khidmat sekaligus hangat. Masyarakat berkumpul dalam semangat gotong royong dan kebersamaan, sebagaimana menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Bali.

Bagi Dwiantara, kehadiran dirinya bukan untuk melakukan sosialisasi politik ataupun menyampaikan kampanye. Ia hadir sebagai bagian dari masyarakat pengarep yang melaksanakan Atiwa- Tiwa, menghormati dan menjaga tradisi serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Di tengah acara tersebut suasananya sangat kekeluargaan. Tidak ada sosialisasi politik di sana. Saya hadir sebagai bakal calon Perbekel sekaligus sebagai bagian dari masyarakat yang ingin ikut hadir dan bersama-sama dengan masyarakat,” ujar Dwiantara.

Menurutnya, momentum seperti pengabenan massal memiliki makna yang jauh lebih luas. Selain menjadi bagian dari pelaksanaan yadnya, kegiatan tersebut juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong, rasa menyama braya dan kepedulian antarmasyarakat.

Baca juga:  Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra Cek Lima Ruas Jalan Kabupaten, Kejar Tuntas November Tanpa Korbankan Kualitas

Dwiantara menilai, seorang calon pemimpin desa seharusnya tidak hanya hadir ketika membutuhkan dukungan masyarakat. Lebih dari itu, seorang pemimpin harus mampu hadir dalam berbagai situasi kehidupan warga, termasuk dalam kegiatan sosial, adat, budaya maupun kemasyarakatan.

“Bagi saya, menjadi calon Perbekel bukan berarti setiap kehadiran harus dikaitkan dengan politik. Ada saatnya kita berbicara tentang program, tetapi ada juga saatnya kita hadir sebagai masyarakat, menghormati adat dan ikut menjaga kebersamaan,” tegasnya.

Ia berharap dinamika politik menjelang pemilihan Perbekel Desa Blahbatuh dapat berlangsung secara sehat, dewasa dan tetap menjaga persaudaraan antarmasyarakat.

Menurut Dwiantara, perbedaan pilihan dalam sebuah kontestasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai menghilangkan rasa persaudaraan yang selama ini telah menjadi kekuatan masyarakat Desa Blahbatuh.

“Semoga dari hal-hal seperti ini kita bisa belajar bahwa politik ke depan harus semakin dinamis, tetapi tetap santun. Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai kita kehilangan persaudaraan dan rasa menyama braya,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar menjadikan proses pemilihan Perbekel sebagai momentum untuk menentukan masa depan Desa Blahbatuh dengan kepala dingin dan hati yang jernih.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga Desa Blahbatuh tetap aman, damai dan kondusif. Pilihan boleh berbeda, tetapi setelah proses politik selesai, kita semua tetap satu sebagai masyarakat Blahbatuh,” pesan Dwiantara.

Kehadiran Dwiantara dalam kegiatan masyarakat tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan politik yang ingin ia bangun, yakni politik yang dekat dengan warga, menghormati adat dan budaya, serta tidak menjadikan setiap pertemuan masyarakat sebagai ruang kampanye.

Baginya, sebelum berbicara mengenai pembangunan desa, seorang calon pemimpin harus terlebih dahulu memahami denyut kehidupan masyarakat yang kelak akan dipimpinnya.

Baca juga:  Calon kades Made Dwiantara Tawarkan “Blahbatuh Melayani, Berdaya dan Lestari”, Tegaskan Desa Harus Maju Tanpa Kehilangan Jati Diri

“Pemimpin desa harus dekat dengan masyarakat. Bukan hanya mendengar ketika ada persoalan, tetapi juga hadir ketika masyarakat menjalankan kegiatan adat dan sosial. Dari sana kita belajar tentang kebersamaan, gotong royong dan tanggung jawab,” pungkasnya. (Tim Newsyess)

Populer

Bupati Gianyar  Made Agus Mahayastra Lantik KONI Gianyar 2026–2030 Dorong Kompetisi Berjenjang dan Sport Tourism

Made Dwiantara Bersama Keluarga Tangkil ke Pura Puncak Sinunggal, Menjemput Kedamaian di Ketinggian Tajun

Made Dwiantara Rangkul Pemenang: “Kemenangan Nomor 1 adalah Kemenangan Masyarakat Blahbatuh”

Bupati  Made Agus Mahayastra Pantau Langsung Pilkel Serentak, di Kabupaten Gianyar 

Dwiantara Gunakan Hak Pilih di TPS 1 Banjar Tubuh, Titip Pesan untuk Blahbatuh yang Damai

Terbaru

Bupati Gianyar  Made Agus Mahayastra Lantik KONI Gianyar 2026–2030 Dorong Kompetisi Berjenjang dan Sport Tourism

Made Dwiantara Bersama Keluarga Tangkil ke Pura Puncak Sinunggal, Menjemput Kedamaian di Ketinggian Tajun

Made Dwiantara Rangkul Pemenang: “Kemenangan Nomor 1 adalah Kemenangan Masyarakat Blahbatuh”

Bupati  Made Agus Mahayastra Pantau Langsung Pilkel Serentak, di Kabupaten Gianyar 

Dwiantara Gunakan Hak Pilih di TPS 1 Banjar Tubuh, Titip Pesan untuk Blahbatuh yang Damai