GIANYAR | SARINBIU.com — Dukungan terhadap I Made Dwiantara, S.AP., M.AP., sebagai calon Perbekel Desa Blahbatuh terus mendapat perhatian dari masyarakat. Bagi sebagian warga, sosok pemimpin desa tidak cukup hanya memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman, tetapi juga harus mampu membangun kedekatan serta menunjukkan kepedulian nyata terhadap kehidupan masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan I Made Astika, Kaur Kebersihan Pasar Yadnya Desa Adat Blahbatuh, saat ditemui di kawasan Pasar Blahbatuh, Selasa (11/8/2026). Ia secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Dwiantara untuk memimpin Desa Blahbatuh.
Astika mengaku telah mengenal Dwiantara sejak sekitar 2012. Dalam kurun waktu tersebut, ia melihat Dwiantara sebagai pribadi yang mudah bergaul, memiliki kepedulian sosial dan cukup dekat dengan masyarakat.
“Cocok, bagus. Saya melihat beliau cocok untuk menjadi Perbekel Desa Blahbatuh,” ujar Astika.
Pendidikan dan Pengalaman Harus Berujung pada Pelayanan
Menurut Astika, latar belakang pendidikan Dwiantara hingga jenjang magister serta pengalaman yang dimilikinya menjadi modal untuk menjalankan pemerintahan desa. Namun, kemampuan seorang Perbekel, menurutnya, baru benar-benar berarti apabila dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia berharap pemimpin Desa Blahbatuh ke depan tidak hanya kuat dalam urusan administrasi pemerintahan, tetapi juga peka membaca persoalan warga dan mau turun melihat kondisi di lapangan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Astika adalah keberadaan pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus ruang interaksi masyarakat. Kebersihan dan kenyamanan pasar dinilainya perlu terus mendapat perhatian.
“Yang penting masyarakat nyaman. Pasar harus bersih dan tertata, karena kebersihan juga membuat masyarakat nyaman beraktivitas,” katanya.
Bagi Astika, pasar bukan sekadar tempat jual beli. Di sana terdapat denyut ekonomi masyarakat dan interaksi sosial yang berlangsung setiap hari. Karena itu, kebersihan, penataan serta fasilitas publik harus menjadi bagian dari perhatian pemerintah desa.
Melihat Kepedulian dari Sebelum Kontestasi
Dukungan Astika kepada Dwiantara juga tidak semata didasarkan pada momentum Pilkel. Ia menilai kepedulian sosial Dwiantara telah terlihat jauh sebelum dirinya maju sebagai calon Perbekel.
Astika menyebut Dwiantara dikenal suka membantu warga, termasuk masyarakat yang kurang mampu, serta terlibat dalam kegiatan berbagi sembako.
“Beliau banyak membantu orang, termasuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Suka berbagi juga,” ungkapnya.
Menurut Astika, karakter gemar membantu merupakan nilai penting bagi seorang pemimpin desa. Perbekel nantinya akan berhadapan langsung dengan beragam persoalan masyarakat, mulai dari ekonomi, sosial, lingkungan hingga kebutuhan pelayanan publik.
Karena itu, ia menilai pemimpin yang memiliki kepedulian dan mau hadir di tengah masyarakat akan lebih mudah membangun kepercayaan.
“Saya optimistis beliau bisa terpilih. Karena masyarakat juga sudah mengenal beliau,” ujarnya.
Pesan Sederhana: Jaga Kerukunan
Di tengah dinamika Pilkel Blahbatuh, Astika juga menitipkan pesan kepada Dwiantara. Jika nantinya mendapat kepercayaan masyarakat, ia berharap Dwiantara mampu menjadi pemimpin yang merangkul semua kalangan dan menjaga kerukunan.
Menurutnya, kontestasi politik desa jangan sampai meninggalkan luka atau perpecahan. Setelah pemilihan selesai, seluruh masyarakat tetap merupakan bagian dari satu keluarga besar Desa Blahbatuh.
“Yang penting banyak rukun, banyak berbuat baik kepada masyarakat di desa kita. Ke depan bagaimana caranya supaya yang terbaik untuk desa,” pesannya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi gambaran tentang harapan masyarakat terhadap sosok Perbekel: bukan hanya mampu menjalankan pemerintahan, tetapi juga bisa menjadi perekat kehidupan sosial.
Kepercayaan Dibangun dari Rekam Jejak
Dukungan Astika memperlihatkan bahwa dalam kontestasi Pilkel, rekam jejak dan hubungan sosial seorang calon menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Bagi warga, pemimpin desa pada akhirnya bukan sekadar seseorang yang memiliki gelar akademik atau pengalaman. Lebih dari itu, pemimpin diharapkan menjadi sosok yang mau mendengar, hadir ketika masyarakat membutuhkan dan mampu menerjemahkan kepedulian menjadi kerja nyata.
Astika berharap Dwiantara dapat membawa semangat tersebut apabila nantinya memperoleh amanah memimpin Desa Blahbatuh. Ia ingin Blahbatuh tumbuh sebagai desa yang semakin maju, nyaman, bersih, rukun dan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.
“Yang terbaik untuk desa,” menjadi pesan sederhana Astika yang sekaligus menggambarkan harapannya terhadap masa depan Desa Blahbatuh. (Tim Newsyess)