GIANYAR | SARINBIU .com – Setelah resmi ditetapkan sebagai salah satu calon Perbekel Desa Blahbatuh dan memperoleh nomor urut 2 dalam pengundian yang digelar Minggu, 23 Agustus 2026, I Made Dwiantara, S.AP., M.AP., menyambangi Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.
Kedatangan Dwiantara bukan sekadar silaturahmi. Ia sengaja sowan untuk menyampaikan pamit sekaligus memohon doa restu serta dukungan moral kepada orang nomor satu di Kabupaten Gianyar tersebut, sebelum melanjutkan perjuangannya dalam kontestasi Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Blahbatuh.
Bagi Dwiantara, langkah menuju Pilkel bukan semata-mata tentang memenangkan sebuah kontestasi politik. Lebih dari itu, pencalonannya merupakan ikhtiar untuk mengabdikan diri dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Desa Blahbatuh.
Dalam pertemuan tersebut, Dwiantara menyampaikan niat dan tekadnya untuk mengikuti seluruh tahapan Pilkel dengan penuh tanggung jawab, tetap menjaga etika serta mengedepankan suasana demokrasi yang sehat.
“Intinya saya datang untuk sowan, pamit sekaligus memohon doa restu dan dukungan. Saya ingin menjalani proses ini dengan baik, dengan niat mengabdi kepada masyarakat Desa Blahbatuh,” ujar Dwiantara.
Ia menegaskan, restu dan doa dari para tokoh serta pemimpin daerah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya. Namun demikian, Dwiantara menyadari bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan masyarakat Desa Blahbatuh.
Menurutnya, Pilkel merupakan ruang demokrasi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan sosok yang dinilai paling mampu membawa desa menuju arah yang lebih baik.
“Doa restu tentu sangat berarti bagi saya. Tetapi pada akhirnya masyarakatlah yang memiliki hak untuk menentukan pilihan. Saya menghormati seluruh calon dan seluruh pilihan masyarakat,” katanya.
Pertemuan dengan Bupati Gianyar juga menjadi momentum bagi Dwiantara untuk memperkuat semangatnya dalam membawa gagasan pembangunan Desa Blahbatuh yang menurutnya harus bertumpu pada kebutuhan masyarakat, penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi serta sinergi antara desa dinas dan desa adat.
Dwiantara menyadari bahwa menjadi Perbekel bukan sekadar memperoleh jabatan. Seorang Perbekel, menurutnya, harus mampu menjadi pelayan masyarakat, membangun komunikasi dengan seluruh komponen desa serta mampu merangkul masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik.
Karena itu, sejak awal dirinya berkomitmen menjalani kontestasi dengan cara-cara yang santun dan bermartabat.
“Bagi saya, Pilkel ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah kesempatan untuk menawarkan gagasan dan menunjukkan komitmen pengabdian. Karena itu, saya ingin seluruh prosesnya berlangsung sehat, damai dan penuh persaudaraan,” tegasnya.
Sebelumnya, tahapan Pilkel Desa Blahbatuh telah memasuki fase penting. Pada Senin, 17 Agustus 2026, Dwiantara resmi mengikuti agenda penetapan calon Perbekel. Kemudian pada Minggu, 23 Agustus 2026, pengundian nomor urut dilaksanakan dan dirinya memperoleh nomor urut 2.
Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh masyarakat tetap menjaga persaudaraan dan keharmonisan setelah pesta demokrasi desa berakhir.
“Siapa pun pilihannya, kita tetap satu keluarga besar Desa Blahbatuh. Jangan sampai karena Pilkel kita menjadi terpecah. Setelah pemilihan selesai, kita semua tetap harus bersama-sama membangun desa,” ujarnya.
Dwiantara pun mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bijaksana dengan melihat rekam jejak, integritas, pengalaman, kemampuan serta visi dan misi masing-masing calon.

Ia berharap Pilkel Desa Blahbatuh dapat menjadi contoh bahwa demokrasi di tingkat desa dapat berlangsung secara dewasa, santun dan bermartabat.
“Harapan saya sederhana, Pilkel ini berjalan aman, lancar dan damai. Mari kita berkompetisi dengan sehat, menyampaikan gagasan dengan baik dan menghormati pilihan masyarakat. Apa pun hasil akhirnya nanti, persaudaraan harus tetap kita jaga,” pungkas Dwiantara.
Kunjungan kepada Bupati Gianyar tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Dwiantara memasuki fase kontestasi yang semakin menentukan. Dengan bekal doa, restu dan dukungan moral yang diharapkannya, ia menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan Pilkel Desa Blahbatuh hingga hari pemungutan suara.
(Tim Newsyess)